Software HRD dan Rumus Excel: Mana yang Lebih Jago untuk Mengelola Gaji?

Software HRD

Software HRD merupakan semacam sistem yang terintegrasi dan sengaja dirancang untuk membantu pekerjaan tim Human Resource Department seperti mengelola gaji karyawan. Semua perhitungan yang tersedia pada software HRD sesuai aturan atau undang-undang yang berlaku di Indonesia mengenai ketenagakerjaan. Semua perhitungan dijalankan secara otomatis

Ada pun pendahulu software HRD yang sering digunakan oleh HRD adalah Microsoft Excel. Seperti yang diketahui bahwa Microsoft Excel menjadi salah satu software pengolahan angka yang digunakan untuk mengolah berbagai macam data termasuk data gaji karyawan. Rumus Excel mampu dipahami dengan cepat dan menjadi favorit bagi sebagian tim Human Resource Department. Tetapi, pada dasarnya ada banyak sekali komponen yang harus dihitung pada gaji seperti pajak, iuran BPJS, tunjangan transport, dan sebagainya. Apakah rumus excel pada Microsoft Excel masih mampu mengolah data sebanyak itu?

Jawabannya iya. Rumus excel pada Microsoft Excel dirancang sistematis untuk menghitung banyak data yang tersimpan. Namun, ada beberapa keterbatasan yang dimiliki oleh rumus excel dalam mengelola gaji karyawan dibandingkan software HRD. Apa saja keterbatasan rumus Excel tersebut?

1. Sulit untuk menentukan data yang paling update

Staf pada tim HRD akan mengelola dan mengupdate data karyawan secara berkala. Sayangnya, Microsoft Excel sulit untuk mengenali data mana paling terkini dan baru saja di-update. Misalnya staf A mengupdate data pada sheet karyawan sementara data tersebut tidak terupdate pada sheet yang dimiliki staf B. Kejadian tersebut lama-lama menjadi ketidaksinkronan data berujung kepada kebingungan pada tim HRD.

Sementara pada software HRD, data yang di-update oleh satu staf akan berubah dan terinskon secara otomatis pada file yang diakses oleh staf lainnya. Detail mengenai staf mana yang mengubah atau menambahkan data tersebut pun kelihatan dengan jelas.

2. Dapat dimanipulasi oleh orang tak bertanggung jawab

File pada Microsoft Excel yang tersimpan pada komputer atau laptop kantor tidak memiliki lapisan keamanan seperti password atau kode verifikasi. Adalah hal yang mudah bagi oknum tertentu untuk mengendap masuk ke dalam ruang HRD dan mengutak-atik data karyawan pada Microsoft Excel. Perubahan pada file tersebut pun sulit dideteksi. Pada akhirnya perusahaan akan merugi jika data karyawan dapat dimanipulasi dengan mudah.

Software HRD kali ini juga lebih unggul mengenai keamanan dibandingkan Microsoft Excel. Untuk mengakses data karyawan, staf diwajibkan untuk melakukan login dengan password atau kode verifikasi tertentu. Pemegang akses data pun hanya diberikan kepada pihak tertentu seperti staf HRD, manajer, atau pimpinan perusahaan.

Baca juga : Ide Desain Undangan Pernikahan Kekinian

3. Rawan terjadi kekeliruan

Semua data yang ada pada Microsoft Excel dimasukkan secara manual satu persatu. Ketika proses input data, bisa saja terjadi kekeliruan meletakkan data pada kolom tertentu disaat staf merasa mengantuk atau sulit berkonsentrasi. Ini merupakan hal yang fatal bagi perusahaan. Ketika terjadi kekeliruan atau kesalahan input data karyawan, semua perhitungan akan salah dan lagi-lagi perusahaan akan merugi karena dinilai tidak profesional.

4. Sulit diakses dimana saja

Data karyawan tersimpan pada file excel yang berada dalam komputer atau laptop kantor. Jika dalam kondisi darurat dan staf HRD harus membuka file data karyawan diluar jam kerja dan sedang berada di rumah, hal ini cukup menyulitkan mengingat file yang dibutuhkan berada di kantor. Kondisi ini berbanding terbalik dengan software HRD.

Semua data karyawan yang tersimpan pada software HRD disimpan pada server atau cloud dengan tingkat keamanan tinggi. Software HRD mampu diakses dimana saja dan kapan saja dengan bantuan koneksi internet sekalipun staf HRD berada di luar kantor.  Staf HRD cukup login software HRD pada browser dari laptop atau bahkan ponsel pintar di rumah, kemudian data yang dibutuhkan pun dapat diakses atau diunduh.

Berdasarkan poin di atas, dapat disimpulkan bahwa software HRD lebih unggul dalam beberapa aspek dibandingkan Microsoft Excel. Susunan rumus pada rumus excel ternyata mampu mengolah banyak data namun tidak fleksibel dan rentan dimanipulasi. Semua kekurangan pada Microsoft Excel tersebut seharusnya menjadi acuan dan pertimbangan bagi perusahaan untuk beralih kepada software HRD dalam mengelola gaji karyawan.

Perusahaan dapat beralih kepada software HRD dari LinovHR. Software HRD dari LinovHR berbasis cloud dan mempunyai tingkat keamanan yang ketat. Jadi, perusahaan tidak perlu gusar mengenai keamanan data dan mampu mengaksesnya dimanapun dan kapanpun saat diperlukan. Yakin masih ingin bertahan dengan rumus excel pada Microsoft Excel yang tidak fleksibel dan rawan manipulasi? Yuk, dapatkan software HRD untuk mengelola gaji karyawan hanya di LinovHR!

Loading...

Contents

Leave a Comment